Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/soemarno/public_html/index.php:50) in /home/soemarno/public_html/wp-includes/feed-rss2.php on line 8
Sharing pengalaman maintenance http://soemarno.org Forum diskusi Engineering, Maintenance, bearing, Machinery Thu, 01 Dec 2011 05:58:54 +0000 http://wordpress.org/?v=2.5.1 en Test & Rekomendasi Motor Listrik http://soemarno.org/2009/09/test-rekomendasi-motor-listrik/ http://soemarno.org/2009/09/test-rekomendasi-motor-listrik/#comments Fri, 11 Sep 2009 06:05:17 +0000 admin http://soemarno.org/2009/09/test-rekomendasi-motor-listrik/ Rekomendasi Urutan test
Untuk mencapai Program Predictive Maintenance motor listrik tercapai

secara effektive, Baker Instrument Co  membuat rekomendasi mengenai urutan spesipik test motor. Secara umum, melakukan test dengan “urutan test secara progressive yang harus dilakukan”
Pengukuran atau test dapat mementukan diagnosa perbaikan atau repair.

 Rekomendasi  urutan test sbb :
1. Resistance Test
2. Meg-ohm test
3. HiPot Test
4. Surge

1. Coil Resistance Test
Tahanan coil di test atau diukur terutama untuk mengetahui kesamaan / balance atau tidak diantarai ketiga phasenya, perbedaan pengukuran dengan pengukuran sebelumnya dan perbedaan dengan yang tertera di name platenya. Jika ditemukam problem, maka motor harus diinspeksi untuk menemukan sebab problem tsb.
Problemnya mungkin :
· Hard Shorts / hubung pendek dengan core
· Hard Shorts / hubung pendek antar coil dalam phase atau
· Hard Shorts / hubung pendek antar coil antar phase
· Ukuran kawat/coil tidak sama/salah
· Connnection atau sambungan terminal kendor atau berkarat
Lebih jauh jika pengukuran dapat diterima maka HiPot atau Surge baru diperlukan
2. Megohm Test
Megohm test/tes tahanan dilakukan dengan voltage/tegangan berdasarkan tegangan kerja motor dan standard pabrikan atau pemakai sebagai panduan. Membandingkan hasil pengukuran dengan standard akan menggambarkan kondisi coil, Jika  terukur  tahanan atau resistansi rendah maka harus diadakan pemeriksaan lebih teliti, kemungkinan terjadi ground-wall pada insulasi.
Ground-wall al :
· Lapisan insolasi atau enamel kawat terbakar atau rusak
· Coil motor mungkin penuh kotoran, debu karbon, ada air/lembab atau kontaminan
· Koneksi pada coil2nya mungkin jelek.
· Insolasi yang digunakan untuk terminal connection ke juction-box mungkin salah ratingnya. Tidak perlu diadakan test lebih lanjut jika belum diketemukan mengapa megohm rendah dan di perbaiki

3. HIPOT Test
HiPOT test dilakukan menggunakan “test voltage” yang pada pokoknya lebih tinggi dari Megohm-test, tetapi , sekali lagi tergantung dari “voltase operasi motor”dan sesuai dengan standard tertentu atau panduan  perusahaan pemakai.
Mencari hal yang diluar biasa : kebocoran arus tinggi, atau bocor tidak tetap/ sesekali, atau loncat naik-turun. Rusak atau bocor arus tinggi merupakan indikasi kerusakan ground-wall insulasi.
Periksalah : liner-slot, wedges, konduktor antara junction box dan coils dll.

4. Surge Test
Surge test dilakukan untuk setiap phase, juga memilih test voltage berdasarkan voltage operasi motor dan standard dan panduan perusahaan pemakai

Rekomendasi Test Voltage : HiPot dan Surge Test
Voltase Test untuk HiPot : motor, generator, transformator = dua kali voltase jaringan/operasi mesin tsb. ditambah 1000 volt.
Sesuai dengan NEMA MG-1, IEEE 95-1977 (untuk voltage lebih tinggi dari 5000 volts) dan IEEE 43-1974 ( test voltage kurang dari 5000 volts)

Contoh :
Motor 460 VAC   -> tets voltase = 2 x 460 V  + 1000V = 1920 V
Motor 4160 VAC -> tets voltase = 2 x 4160V + 1000V = 9320 V

Untuk winding baru atau rewound motor , test motor kadang ditambah dengan safety-factor 1,2 atau 1,7.  Dimaksudkan untuk quality control yang lebih tinggi derajatnya untuk mendapatkan motor dengan kwalitas tinggi.

Contoh :
Motor460 VAC-> tets voltase = 2 x 460V +1000V x 1,2 = 2304  V atau
Motor 460 VAC -> tets voltase = 2 x 460V+1000V x 1,7 = 3464 V
Catatan : meski CRT sudah dikalibrasi tetapi sulit untuk mendapatkan besar voltase yang sama persis dengan permintaan test, jadi ambillah harga pembulatan yang terdekat.
(di ambil @ disarikan dari Baker Instrument Company. The Measure of Quality)
Prinsip Kerja :
Coil Resistance Testing
Coil Resistance Test atau Test Tahanan Coil prinsipnya sederhana mudah untuk dilakukan dan dapat langsung mengetahui kondisi konduktor dari winding. Tetst ini terdiri dari :
· menginjeksi arus listrik dengan besaran konstan ke winding
· mengukur voltage-droop dalam winding,
· kemudian menghitung resistansi menggunakan Hukum Ohm
Jika terjadi short didalam winding maka resistansi lebih rendah dari normal. Hasil penghitungan bisa dibandingkan dengan winding yang sama, atau catatan resistansi sebelumya atau data dari nameplate, sudah buruk atau masih baik.
Hasil pengukuran resistansi di pengaruhi oleh konduktivitas tembaga dan temperatur ruang. Maka agar hasil teliti harus ada koreksi karena temperature ruang.
Juga untuk mendapatkan akurasi hasil voltage-droop, injeksi arus listrik ke coil sekurang-kurangnya sebesar 10 Ampere.

Hight Voltage DC -Testing
Surge Testing
(tulisan akan dfilanjutkan)

]]>
http://soemarno.org/2009/09/test-rekomendasi-motor-listrik/feed/
Buku Name Plate Motor Listrik Induksi http://soemarno.org/2009/05/buku-name-plate-motor-listrik-induksi/ http://soemarno.org/2009/05/buku-name-plate-motor-listrik-induksi/#comments Mon, 04 May 2009 08:19:51 +0000 admin http://soemarno.org/2009/05/buku-name-plate-motor-listrik-induksi/ Name mudah dibaca, tetapi mungkin tidak cukup mengerti apa arti yang terkandung didalamnya. Dari sebuah name-plate terkandung data2 pokok yang sangat penting,yang merupakan sebagian dari data electric & data

mechanic dari sebuah motor. Kemudian spesifikasi2 apa yang harus ditulis jika kita akan membeli motor baru. Apa pengaruhnya , jika spesifikasi jaringan/power supply berbeda dengan spesifikasi yang tertulis di name-plate?.
Hand out ini hanya sekedar referensi bagi kita yang masih belum biasa mengenal spek.motor. tentu masih jauh dari lengkap untuk sebuah buku. tapi cukup membantu, karena tidak banyak buku2 yang membahas bab ini.
sebagai gambaran berikut ini isi dari hand out tsb.
Daftar Isi Buku.

Bab halaman
Pendahuluan 1
Prakata 2
A. Data Spesifikasi 3
1. Data Pabrikan 5
2. Data Elektrik 6
3. Data Mekanis 15
B. Frame 18
1. NEMA Frame 18
2. Enclosure 22
3. Klas Pemakaian 24
4. Klas Isolasi 25
C. Lampiran
1. IEC Proteksi Indek 26
2. Derajat Pencegahan NEMA 27
3. Contoh Data Shhet 30
4. Tabel Conversi Frame NEMA-IEC 32

Cara mendapatkan hand out ini sbb:
Buku ini dapat diperoleh dengan mengirim uang sebesar Rp50.000,- (lima puluh ribu rph) transfer kepada :
Sumarno Adibroto BCA : 2010241696
Caranya : setelah men-transfer ke ac tsb. kirimlah berita via “ruang comment di web ini” dan sebut nama-email, maka akan kami kirim file PDF lewat email tsb.

]]>
http://soemarno.org/2009/05/buku-name-plate-motor-listrik-induksi/feed/
Seri “S” utk Lubrikasi mesin bensin http://soemarno.org/2009/05/seri-s-utk-lubrikasi-mesin-bensin/ http://soemarno.org/2009/05/seri-s-utk-lubrikasi-mesin-bensin/#comments Fri, 01 May 2009 03:15:18 +0000 admin http://soemarno.org/2009/05/seri-s-utk-lubrikasi-mesin-bensin/

Standard oli utk mesin2 bensin (mesin kompresi dengan busi) yang dikeluarkan oleh API   yang ada itu merupakan kerja bersama ,API ,ASTM, SAE.  berhubung adanya

pertanyaan tentang seri2, kita coba men-summary -kan secara singkat agar tidak menambah bingung kita dalam memilih. jika ada teman2 pembaca ingin mengoreksi atau menambahkan yang lebih detail , dipersilahkan.
Oli dibuat dengan dengan bahan  dasar ditambah editive atau campuran tertentu utk membuat sifat oli menjadi sebaik2nya, misal ( menghambat keausan dalam piston, mencegah membusa, mencegah encer, mencegah oksidasi/terbakar, dll).  sifat2 itu dari tahun ketahun selalu dikembangkan secara-terus-menerus. setiap menemukan perbaikan seterusnya diuji/ditest API dan diberi nomor seri “S’ untuk oli mesin bensin dan seri “C’ untuk mesin Diesel, dan “EC”utk mesinenergy conserving.  
API (American Petroleum Institute)
ASTM (American Society for Testing and Material)
SAE (Society of Automotive Engineers)
API sistem termasuk klasifikasi service membagi sgg:
Seri S utk spark ignition engine
Seri C utk compression ignition engine
Seri EC utk energy conserving engine

Secara singkat seri “S” dikeluarkan pd tahun dan utk mesin tahun periode tsb: 
SA  (obsolete) utk Gasoline dan Diesel Engine Service
SB (obsolete) utk mesin gasoline ringan
SC –1964 (obsolete)  dipakai dari th 1964 – 1967
SD- 1968 (obsolete)  dipakai dari th 1968 – 1970
SE – 1972 (obsolete) dipakai dari th 1972 – 1979
SF – 1980 (obsolete) dipakai dari th 1980 – 1989
SG – 1989 (obsolete) ini bisa dipakai utk mesin2 yang semula menggunakan SB, SC, SD, SE , SF.
SH – 1994 Gasoilne service , mulai di kenalkan th 1992 kemudian banyak dipakai mulai th 1993 merupakan impvove dari seri2 sebelumya dan mulai tidak dipakai sejak 1997.
SJ – 1997 improvement dari seri sebelumya. juga dpt sebagai pengganti SH
SL – 2001 ini lebih improve dari seri sebelumya, juka dpt sebagai pengganti seri SJ
SM – diperkenalkan 30 Nov 2004. Di rancang dengan improve tahan oxidasi, deposit protection, proteksi keausan lebih baik, performanace lebih baik pada temperature rendah, juga dapat sebagai pengganti seri SJ, SL.
Jadi seri terbaru merupakan perbaikan mutu2 dari sebelumnya.

Sedangkan untuk mesin2 diesel menggunakan oil serie “C”

]]>
http://soemarno.org/2009/05/seri-s-utk-lubrikasi-mesin-bensin/feed/
Buku Praktis Alignment http://soemarno.org/2009/04/buku-praktis-alignment/ http://soemarno.org/2009/04/buku-praktis-alignment/#comments Mon, 06 Apr 2009 04:13:16 +0000 admin http://soemarno.org/2009/04/buku-alignment/ Isi Singkat
Buku ini terdiri 140 halanan menguraikan dengan bahasa yang sederhana,

dengan disertai gambar, grafik dan contoh perhitungan, agar mudah dimengerti oleh pembaca, untuk dibuat acuan dalam melakukan pekerjaan alignment. Karena betapa canggihnya alat pemeliharaan, sistem pemeliharaan, alignment merupakan pekerjaan yang sangat menentukan keberhasilan kehandalan.
Isinya meliputi al : jenis2 kopling, alat pengukur, tata cara pemakaian alat, metode alignment dan beberapa kasus alignment.
Dengan transfer 100 ribu ke Bank BCA , Soemarno Adibroto 2010241696 . kami akan mengirim file PDF. Semoga bermanfaat.

]]>
http://soemarno.org/2009/04/buku-praktis-alignment/feed/
Lima Tips Optimalisasi Kopling http://soemarno.org/2009/03/lima-tips-optimalisasi-kopling/ http://soemarno.org/2009/03/lima-tips-optimalisasi-kopling/#comments Tue, 31 Mar 2009 03:09:33 +0000 admin http://soemarno.org/2009/03/lima-tips-optimalisasi-kopling/ Kopling mampu bekerja optimal dengan livetime panjang, tetapi memerlukan upaya2 yg al sbb :

Banyak  macam cara orang memberikan pembagian type atau klas, dan dibagi lagi menurut sub-type dsb.
Nenurut cara kerja kerja bagian kopling dapat digolongkan : type Sliding dan type deforming.
Type Sliding yaitu kopling yg terdirir dari dua bagian dapat bergerak sliding satu dengan satunya dalam mengakomadasi gerakan axial dari  dua mesin yang di kopel tsb. contoh: kopling jenis gear
Type deforming yaitu kopling yg terdirir dari dua bagian yang dihubungkan oleh bagian dapat berubah bentuk (melentur, memanjang) thd dengan satunya dalam mengakomadasi gerakan axial dari  dua mesin yang di kopel tsb. contoh: kopling seperti bola karet, kopling type flex.
(baca di artikel Kopling)
Menurut  sistem lubrikasi : lubeless coupling dan lubricated copling.
Lubeless coupling : kopling yang tidak memerlukan pelumasan : kopling kategori deforming
Lubricated coupling : kopling ketegori sliding.
Sering terjadi kopling cepat aus pd bagian yang sliding ini disebabkan karena misaligment : misal  kopling gear ,grid, dan jaw . Deforming kopling : disc,diaphragm, elastomer merupakan jenis kopling yang rendah maintenance cost, karena tidak memerlukan pelumasan .
Jenis kopling apapun harus di upayakan agar mampu memberikan performance yg optimal.
Al  dengan 5 tips sbb:
1. Lakukan dgn Konsisten cara, methode : pemasangan dan perawatan, kopling harus di pasang/dialignment sesuai dengan petunjuk manual. Perawatan harus mengikuti manual dan di improve dengan pengalaman yang sudah teruji (proven). Biasanya manual installation & maintenance  tidak terurus / hilang. Historical record setiap mesin/peralatan harus di catat secara rapi, terus menerus. Secara pirnsip histori, sekurang-kurangnya terdiri dari: manual instalasi ,perawatan,operasi dan semua perwatan/perbaikan yang pernah dilakukan dan renaca tindakan improvement.
2. Tahu batasan aligment atau spesifikasi kopling. Spesifikasi Alignment kopling itu terdiri dari kombinasi : shaft offset, sudut dan axial movement harus diketahui sebelum memasang. Harga axial actual pemasangan kedua mesin tidak boleh lebih besar dari axial kopling, atau melampau harga flexiblelitas  kopling jika lebih besar berakibat al: bearing thrust mesin panas/rusak, dua bagian kopling akan tarik menarik / rusak.
Utk jenis deforming kopling axial yang berlebihan akan membuat constant deforming dan mengakibatkan constant strees , sehingga menurangi kemampuan utk mentransmit torque dan mengatasi angular misalignment. Oleh sebab itu sangat penting utk familier dengan batasan berapa besar misalignment dan recommendednya bagi setiap kopling yang sedang di tangani, dapat  diketahui dari manualnya.
3 Memasang baut tidak boleh terlalu kencang atau terlalu kendor dan harus sama kekencangan stu baut dengan yg lain, Ini dpat dilakukan dengan alat/kunci torsimeter. Baut juga merupakan bagian yang meng-transmit torque, berarti ada shear strees. Jika terlalu kuat baut mengalami strees tarik dan shear/potong, hal ini mengurangi kekuatan baut bahkan mudah timbula kerusakan. Jika terlalu kendor dapat menimbulkan lepas dan tidak mating lagi.
Jadi baut kopling sudah di rancang besarnya pas dengan lubang baut, dan kekencangan harus sesuai stnadart, tidak boleh diganti dengan beda ukuran. Besarnya sesuai dengan beban yang akan di pikul. Beratnya harus sama agar tidak menimbulkan unbalance. Letak baut di lubang kopling usahakan tidak tertukar sebelum dan setelah dipasang, baut dan nutnya jangan tertukar, jika membongkar buatlah tempat baut dengan nomor dan lubang sama dengan kopling.
4 Pakailah lubrikan/grease yang tepat. Lubrikan merupakan darah-hidunya kopling (jenis lubricated). Lebih dari 50% kerusakan premature, disebabkan masalah2 grease: terlalu lama tidak diganti, bocor, kebanyakan/kekurangan, salah pilih spec, sebagai orang maintenance harus menjadari bahwa grease kopling tidak sama dengan grease bearing. Lubrican bearing memakai (National Lubricating Grease Institute) NGLI grade 2  sedang utk kopling memakai NGLI grade 1. Viscositas Grade 1   mendekati vis Oli.
5 Lakukan Preventive Maintenance. Hal in juga dapat dilakukan dengan tanpa harus berhenti operasi atapun harus membongkar. Dengan alat thermografi kita dapat mengetahui dan mendeteksi apakah ada kelainan2 dengan indikasi panas2 yang berlebihan. Sehingga dapat dilakukan rencana tindakan2 lanjutan, misal regreasing, realignment, ataupun penggantian2 bearing mesin yang dikoplel.
Untuk on line inspeksi kopling “disc flex” dengan  menggunakan strobe-light. Dengan mengatur “flash” dapat diidentifikasi apakah disc flex/pack  apakah buckling, karatan atau retak.
Jadi paling tidak ada 5 hal tsb diatas kita dapat memperpanjang umur  (live time) kopling bahkan juga mesin yang di”koplel”. Mesin dan kopling merupakan satu kesatuan yang saling mempengaruhi umurnya.

]]>
http://soemarno.org/2009/03/lima-tips-optimalisasi-kopling/feed/
Analisa 4 hal anomali masalah oil http://soemarno.org/2009/03/analisa-4-hal-anomali-masalah-oil/ http://soemarno.org/2009/03/analisa-4-hal-anomali-masalah-oil/#comments Wed, 18 Mar 2009 23:58:17 +0000 admin http://soemarno.org/2009/03/analisa-4-hal-anomali-masalah-oil/ Dalam permasalahan yang ter jadi:
1. tekanan oli rendah
2. tekanan oli tinggi
3. temperatur oli tinggi
4. temperatur oli rendah.

perlu lah di terlusuri secara step by step guna mencari sumber dari titik permasalahan yang terjadi sehingga perbaikan yang di lakukan itu kedepannya tidak terjadi lagi di kemudian hari.
Untuk point pertama ; tekanan oli rendah yang terjadi dapat di akibat kan oleh sistem, contoh :
- Apakah ada kebocoran secara external ( Seal, Piping,husing
pump,dll yang dapat menyebabkan terjadinya droping
pressure.
- Apakah ada kebocoran secara internal sistem, contoh : cootrol valve yang seharus nya mengatur tekanan sudah tidak berfungsi dengan baik atau rusak nya komponenen lain yang menyebabkan pelumas tidak dapat melakukan proses pressure sesuai keinginan.
- spefikasi dari pelumas yang tidak tepat contoh untuk oli gear, spesifikasi menyarankan memakai oli dengan ISO VG 220 namun yang di pakai ada 150 atau 460 kondisi ini jelas dapat mempengaruhi dari kinerja dari pelumas dan berdampak pula pada terjadi temp.yang tinggi akibat lapisan pelumas yang terlalu tinggi atau rendah.
untuk point masalahan temp. kondisi yang rendah jika terjadi pada pelumas HTO sangat tidak di harap kan karena fungsi dari Heat Transfer Oil adalah untuk memindahkan panas dan panas yang di bawa tersebut di gunakan untuk kerja dari mesin contoh: mesin printing dll. jika temp. terlalu tinggi dapat disebabkan karena terjadinya gesekan yang berlebihan , beban operasional yang over load, dll
jadi secara umum permasalahan yang terjadi perlu lah di telusuri secara baik guna mencari sumber masalah yang terjadi, dan hal yang terpenting juga hindari pelumas dari kontaminai yang dapat menyebabkan terjadinya degradasi pelumas yang berakibat menurunnya performace dari pelumas.
demikian penjelasan yang dapat saya berikan terkait masalah yang ada, mungkin rekan2 ada yang ingin menambahkan atau merevisi.
Regards
Eko yulianto
Dist. Lube Engineer PT. MItra Asmoco utama
(Untuk Mas Susanto teknik penerbangan, semoga terus mau outo develop))
(terima kasih P Eko sharingnya)

]]>
http://soemarno.org/2009/03/analisa-4-hal-anomali-masalah-oil/feed/
Data Sheet Motor Listrik http://soemarno.org/2009/03/data-sheet-motor-listrik/ http://soemarno.org/2009/03/data-sheet-motor-listrik/#comments Wed, 18 Mar 2009 07:25:27 +0000 admin http://soemarno.org/2009/03/data-sheet-motor-listrik/ Salah satu dari kelengkapan dari sistem  dokumen pemeliharaan adalah “Data Sheet” mesin2 atau peralatan, terutama yang berupa unit misal Motor Listrik, Pompa , Kompressor ,Vessel , Heat Exchanger dll. Data lain al :

histori /catatan perbaikan,penggantian atau pemeliharaan . Data sheet diusahakan mengandung banyak informasi yang berguna untuk keperluan pemeliharaan. Dengan informasi yang lengkap kita dapat secara cepat al membeli spare-part mesin tsb, bahkan dapat mencari penggantinya jika merk tsb sulit didapat, atau mencari yang lebih ber kwalitas, misal motor listrik buatan Abc diganti dengan merk Def dst.
Format dapat di rancang dengan indah, informative  dengan IT yang hebat.Tetapi isi lebih penting.
Isi al. Mengandung , berikut contoh isian sbb:
(minimal atau lebih dari ini)

Nama Perusahaan /Plant:  PT Indonesia Raya
DATA SHEET               : Motor 3 phase
Nomber Unit                :  U01/M101  (di atas kiri huruf besar)
Fungsi                        :  for Boiler Feed Water Pump

Output                 : 75 HP (55kW)
Frame                  : 404/5TS (NEMA Standard)
Frequency            : 50 Hz
Pole                     :  2
Rated Speed         :  2960 Rpm
Slip                     : 1,33%
Rated Voltage       :  380/660 V
Rated Current       :  103/59,3 A
L.R.Ampere           :  721/415 A
No Load Current     : 20.0/11,5 A
Rated Torque        :  18,1 kgfm
Locked rotor torque: 190%
Breakdown torque  :  230%
Design                 :  B
Insulation Class     :  F
Temperature raise  : 40 C
Locked rotor time   :  22 s (hot)
Service factor       : 1.15
Duty cycle            : S1
Ambient temp        : 40 C
Altitude                ; 1000 m.a.s.l
Enclosure              :  IP55
Efisiency  %          : 93,6 (100% load,pf 0.87)
                            93.0 (75% load,pf 0.85 )
                            91.9  (50% load,pf0.81)
Mounting              : Horizontal
Rotation               : both
Weight                 : aprox 600 kg
Bearing front         : 6314-C3
Bearing rear          : 6314-C3
Regreasing amount : 27 g
Grease grade         : EP2
Brand/Manf            : misal: Siemen
Alternative            : Toshiba/Us Motor/Relian/WEG dst

Isian ini dapat diambil dari Name plate dan data sheet dari manual book. Tentunya di isi yang paling penting dan ada sumber/datanya.

      

 

]]>
http://soemarno.org/2009/03/data-sheet-motor-listrik/feed/
Toleransi alignment http://soemarno.org/2009/02/toleransi-alignment/ http://soemarno.org/2009/02/toleransi-alignment/#comments Thu, 05 Feb 2009 04:19:39 +0000 admin http://soemarno.org/2009/02/toleransi-alignment/ Saat ini belum ada standard toleransi baku yang dipublikasikan Lembaga Standard seperti ISO atau ANSI. Dari semua tabel terlihat bahwa Rpm

semakin tinggi dan diameter kopling semakin besar maka toleransi harus makin kecil. Sesungguhnya harga yang harus dicapai harus nol atau Zero misalignment (dalam kondisi mesin operasi atau hot alignment)

Toleransi dikutip dari buku Vibralign
 Angular Misalignment             Offset Misalignment
Mils per inch .001/1″               Mils .001″
Toleransi1     
Tolera 2                 
Tabel Toleransi (dikutip dari buku Maintenance Technology )
Toler 3
Toler4

  Pemahaman toleransi
Secara historin toleransi mulanya dihitung oleh pembuat kopling , sebagai batas aman untuk sebuah flexible kopling setelah di alignment memakai penggaris dan feeler gage.
· Misal ada pabrik kopling yang memberikan rekomendasi untuk angular misalignment sebesar 3 derajat dan 0,075 ” (75 mils) utuk offset mis-alignment. Di center kopling


Tolr5
 
PUMP    MOTOR    


· Gap Toleransi, pabrik kopling yang memberikan toleransi tertentu degan istilah Coupling Fase TIR ( misal tidak lebih  dari 5 mils), artinya penunjukan dial (Total Indicator Reading) pada face permukaan kopling tidak lebih dari harga tsb. Atau vertical parrallel misalignment tidak boleh melebihi harga tsb.
Jika dia kopling 5 ” , maka angular misalignment = 5 mils / 5 inchi = 5 mils / 1 inch. Bisa dikatakan 1 mils per 1 inch jarak axial sepanjang sumbu shaft .
Jika diameter kopling 10 inch, maka toleransi tsb menjadi lebih persisi yaitu 5 mils / 10 inch = 0,5 mils/1 inch.
Jadi toleransi Couplig Face TIR 0,5 mils masih cukup baik untuk di gunakan referensi.
Kesimpulan :
Dari beberapa referensi disimpulkan bahwa diameter kopling, jarak kopling dan  putaran mesin menjadi faktor utama memberikan toleransi sekecil-kecil nya.
Tetapi yang terpenting ialah menghitung ‘thermal growth” (perubahan panjang/tinggi/pendek mesin akibat berubah suhu ) untuk menentukan target cold alignment, sehingga mesin dapat mencapai sumbu dalam kondisi koliniar.
Riset SKF (pabrikan bearing) menyimpulkan: akibat misalignment, beban tambahan bertambah  3 kali. Umur bearing ball/roller berkurang  dengan faktor 27
(silahkan jika mau menambah, mengkoreksi dll)

]]>
http://soemarno.org/2009/02/toleransi-alignment/feed/
Metoda Dial Indikator http://soemarno.org/2009/02/metoda-dial-indikator/ http://soemarno.org/2009/02/metoda-dial-indikator/#comments Thu, 05 Feb 2009 03:33:34 +0000 admin http://soemarno.org/2009/02/metoda-dial-indikator/ Salah satu cara alignment sepasang mesin, dgn cara mengunakan “dial indicator”. dan dgn cara apapun, keahlihan tetap diperlukan untuk mendapatkan hasil yang akurat. Maka pemahaman,latihan dan ketrampilan

sangat diperlukan.
Metoda indicator ada 2 cara al:
I.  Rim & face dial indicator : kedua poros diputar bersamaan
II. Reverse dial indicator     : cukup memutar salah satu poros.
(Dengan Cara kalkulasi : matematis atau grafis)

Posisi dial
               Reverse                             Rim & face
Metode dial indicator adalah metode yang paling banyak di lakukan, karena ketelitian cukup dapat dipertanggung-jawabkan, terutama jika dilakukan dengan professional. Dan harga alat relative murah.
# cara lain : 
penggaris/mistar, lehih murah, mudah tapi sangat kasar.
optical, laser, lebih akurat, mudak tapi peralatan mahal, sehingga untuk pabrik dengan banyak mesin menjadi sangat ekonomis.
Keuntungan metode Dial:
1. Metode ini cukup akurat.
2. Cukup efisien untuk poros berdiameter besar maupun kecil
3. Dengan menggambar atau mudah melihat posisi kedua poros
4. Dapat dilakukan untuk kedua poros yang dapat diputar ataupun hanya satu
5. Alat cukup murah dibanding alat lacer atau alat lain,
6. Mudah di gambar, dibuat perhitungan2, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat .
7. Cukup sesuai untuk mesin2 besar, putaran tinggi,
Kerugian2 :
1. Mengerjakanya harus sangat teliti / hati2, pemasangan dial harus kokoh, sehingga dapat dihindari salah baca / salah penunjukan.
2. Toleransi, run-out, sag harus diketahui atau di chek dulu.
3. Jika permukaan kopling tidak rata atau run-out nya besar, maka  penunjukan dial indicator menjadi tidak sebenarnya, sehingga selanjutnya  perhitungan2 menjadi salah.
4. Aksial clearence sangat mempengaruhi kesalahan.
Membaca dial merupakan hal yang paling dasar yang harus dipahami dan dimengerti oleh pelaksana, hasil bacaan salah akan mengakibatkan hasil salah & fatal.
Kesalahan seperti dibahas dihalaman depan banyak sebab mengapa penunjukan bisa salah.
Kesalahn utama di golongakan sbb :
· Pemasangan dial tidak kokoh : kendor, ada sag, tidak sejajar, posisi tidak tepat
· Kesahan pada alat  ada histiris, tidak lancar naik-turun plunjer
· Pemahaman membaca dial salah, terbalik-balik, pemahaman skala salah sehingga hasil perhitungan atau penggambaran salah.

Metode Rim & Face
Pasanglah pemegang dial pada mesin yang mudah diputar dan dial-indicator jarum menunjuk pada face (muka) dan rim (lingkar kopling) pada mesin yang diam. Semua langkah prealignment ABC ( run-out, soft-foot, sag, safety,)  tsb. diatas sudah dilakukan.
Persiapan.
Untuk perhitungan cara matematis maupun grafis, harus diambil ukuran :
· Jarak antara kopling diambil dari titik jarum menunjuk = c
· Jarak kaki mesin2, atau jarak baut kaki. = a, b, d, e
· Diameter lingkaran kopling yang dilalui jarum dial
· Siapkan alat tulis atau kertas-millimeter
· Lakukan langkah  persiapan seperti tsb. diatas : check soft foot, run out, sag, pipe strain, dll.
· Periksalah semua peralatan yang diperlukan dalam kondisi baik.
· Pasanglah pemegang / bracket pada mesin yang mudah diputar, cukup kokoh tidak goyang atau kendor, agar tidak terjadi salah baca atau salah tunjuk.
· Pemasangan seperti gambar, bracket pada salah satu poros mesin dan dial ke muka dan lingkaran kopling mesin lain.
· Reset pada angka 0 dial-indicator ke posisi jam 12
· Jika memungkinkan putar kedua kopling bersamaan, untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.
· Putarlah poros dan bracket dengan pelan ke posisi jam 3, 6 & 9 . catat pengukuran ini bisa (positif atau negatif)
· Kembali ke posisi jam 12 (seharusnya dial akan menunjuk  ke 0 lagi), jika tidak kembali 0 berarti ada kesalahan tertentu.
· Untuk mendapatkan hasil yang lebih teliti, pengukuran harus dilakukan 2 s/d 4 kali, kemudian di rata2.
· Untuk koreksi posisi. Pilihlah mesin yang mudah digeser, dan yang paling sedikit ekses teknis, misal : tidak menimbulkan pipe strain.
Perhitungan cara ini ada dua macam, yaitu matematis dan grafis dan akan dibahas pada bab2 berikut.

Keuntungan cara Rim & Face
1. Cukup satu poros’shaft yang perlu di putar, sehingga sangat baik untuk me-align pasangan mesin dimana salah satunya sulit diputar ataupun mesin yang tidak memiliki thrust bearing.
2. Baik untuk alignment motor listrik tidak memiliki bearing aksial, tidak perlu diputar, karena jika diputar dapat menimbulkan kesalahan penunjukan dial-indicator.
3. Cukup cocok untuk kopling dengan diameter besar, karena ada ruang untuk penempatan dial-indicator
4. Dengan mudah bisa melihat/menggambarkan posisi poros.

Kerugian
1. Sulit mendapatkan data yang akurat pada muka kopling jika rotor mempunyai thrust bearing yang hydrodinamis, karena permindahan aksial.
2. Sulit juga untuk motor listrik yang tidak mempunyai thrust bearing, karena jika di putar akan lari kearah aksial atau maju-mundur.
3. Biasanya memerlukan melepas spool kopling.
4. Agak sulit digambar untuk kalkulasi perpindahan.
Memasang dial ganda.

Dial ganda

Dengan memasang dua pasang seperti gambar diatas adalah cara yang sangat cerdik untuk menghemat waktu. Dengan sekali putar menghasilkan dua penunjukan kemudian di rata2, sehingga menghasilkan angka yang lebih teliti, tetapi harus lebih hati2 dalam mencatat dan kalkulasi agar tidak terjadi
A. Formula Matematis Rim & Face
Untuk melakukan alignment dapat dikalkulasi secara matematis. Putarlah kedua mesin jika memungkinkan tapi jika tidak mungkin sebaiknya pasanglah dial pada mesin yang mudah diputar, jarum pada mesin yang akan direposisi

Perhitungan

F =  Pengukuran diambil pada permukaan kopling di jam 6.
H =  Diameter kopling , pengukuran  diambil pada permukaan kopling .Y = setengah nilai dari pembacaan dial, dimana bracket dipasang pada shaft driver, dan pengukuran diambil dari shaft driven unit
Rumus diatas hanya pilih salah satu ,yaitu mesin yang mudah direposisi : apakah motor atau pompa.
Rim face dial
 Contoh perhitungan matematis

Vertical F = (+2 - 0)     = +2   (bawah - atas)
  Y = (-13 - 0)/2 = - 6 1/2

A = 240 mm jarak dari titik pengukuran dial indicator di hub kopling pompa kekaki motor OBdr (outboard)
B = 130 mm jarak dari titik pengukuran dial indicator di hub kopling pompa kekaki motor IBdr (inboard)
C = 30 mm jarak dari hub ke hub kopling (diukur dari titk ke titik dial)
D = 130 mm jarak dari titik pengukuran dial indicator di hub kopling motor kekaki pompa IBdr (inboard)
E = 240 mm jarak dari titik pengukuran dial indicator di hub kopling motor kekaki pompa OBdr (outboard)
H = 50 mm diameter hub kopling ( diukur lintasan dial indicator)

Dengan rumus diatas kita masukan harga2 tsb. kita cukup memilih salah satu mesin yangakan di reposisi, terutama dipilih yang mudah dan tidak ada hambatan pipe strain, atau hambatan lainnya.
Petunjuk.
· Pemasangan dial indicator harus cukup kokoh, tidak goyang atau tidak berubah saat di kopling diputar.
· Pengukuran2 harus diukur secara sangat teliti.
· Pengukuran dengan dial indictor perlu dilakukan beberapa kali, kemudian harga di-rata2
Contoh matematis
horizontal
Horizontal

Catatan : pilihlah salah satu mesin saja yang akan di reposisi 

Vertical

Vertical
Dari hasil tsb. dalam table maka kita melakukan  reposisi :

Vertical
Kanan kiri
Horizontal
Dari hasil tsb. dalam table maka kita melakukan  reposisi :
Vertical
Selanjutnya jika kita ingin melakukan vertical  reposisi motor sbb:
IBdr (inboard driver =kaki dalam motor) menambah shim = 11,7 mm
OBdr (outboard driver =kaki luar motor) menambah shim = 16,1mm
Jika yang direposisi vertical pompa :
IBdn (inboard driven=kaki dalam pompa) mengurangi shim = 2,5 mm
OBdn (outboard driven =kaki luar pompa) menambah shim = 1,9 mm
Untuk Horizontal reposisi motor :
IBdr (inboard driver =kaki dalam motor) menggeser kekiri = 0,5 mm
OBdr (outboard driver =kaki luar motor) menggeser kekiri = 0,5mm
Horizontal reposisi pompa :
IBdn (inboard driven/ pompa) menggeser kekanan = 0,5mm
OBdn (outboard driven/ pompa) menggeser kekanan = 0,5 mm
Catatan:
cara tsb diatas relative cocok untuk mealignment:
1.dua mesin yang salah satunya sulit/tidak dapat diputar porosnya.
2.dua mesin yang salah satunya tidak dipasang thrust bearing sehingga jika diputar porosnya bergerak banyak kearah axial (mengacaukan pembacaan dial)
3. Perlu tahu anatomi mesin, terutama susunan bearing, koneksi mesin, jenis kopling, clearence beraing&kopling, center-point motor dll.
 (bersambung dgn cara lain)

]]>
http://soemarno.org/2009/02/metoda-dial-indikator/feed/
TEST ISOLASI http://soemarno.org/2009/02/test-isolasi/ http://soemarno.org/2009/02/test-isolasi/#comments Wed, 04 Feb 2009 03:07:00 +0000 admin http://soemarno.org/2009/02/test-isolasi/ Bagian dari pekerjaan overhaul motor ialah test isolasi.
Test isolasi harus dilakukan terutama untuk mendapatkan indikasi apakah
motor ini masih layak dioperikan atau tidak. Pemeriksaan dan test perlu dilakukan lebih dulu, jika hasil cukup dapat di terima baru kemudian dapat dilakukan HP Test. Test lainya juga oerlu dilakukan yang hasilnya dapat membantu mengetahui sebagai indikasi kondisi motor tsb. (IEEE Stds 95)
Inspeksi / Pemeriksaan :
Isolasi harus diuji tingkat degradasi atau kerusakan, al:
1. Kondisi pisik, cracking atau retak, pecah atau berubah warna sebagai indikasi dari thermal aging.
2. Kontaminasi pada coil dan sambungan2
3. Abrasi atau mekanikal stress
4. Partial discharge / corrona
5. Wedges, ikatan , ring , atau bagian2 lain lepas/kendor
6. Freeting pada support, bracing, crossing apa ada indikasi lepas,kendor atau berubah posisi.

IEEE Stds.43 memberikan panduan sbb:
DC Voltage utk Test Tahanan Isolasi

Winding Rated Insolation Resistance Test
Voltage (V)* Direct Voltage (V)
<1000 500
1000 - 2500 500 - 1000
2501 - 5000 1000 - 2500
5001 - 12.000 2500 - 5000
>12.000 5000- 10.000
*rated voltage line to line utk 3 phase motor AC.’ Line to ground utk phase tunggal, dan direct voltage utk DC motor.
Test voltage dilakukan 1 menit (ref IEEE Stds 43 sec 54

Rekomendasi “Tahanan minimum pd 40.C
( Satuan Mega Ohm)

Minimum Insulation Test Speciment
Resistance
IR(1min) = kV + 1 utk winding yg di buat sebelum 1970

IR(1min) = 100 utk DC armature & winding yg di buat stelah 1970

IR(1min) = 5 utk hampir semua motor-wound coils rated < 1kV

Catatan:
1. IR(1min) adalah tahanan isolasi yg direkomendasikan, MegaOhm pad 40.C utk semua winding
2. KV rated mesin antar terminal voltage, dlm rms kV.
Ref IEEE Stds 43 table 3.

]]>
http://soemarno.org/2009/02/test-isolasi/feed/